Murajaah adalah kegiatan mengulang hafalan yang telah dimiliki. Peserta sering berhenti bukan karena ayatnya terlalu sulit, melainkan karena porsi ulangan lebih besar daripada waktu yang tersedia. Catatan ini membahas cara mengulang dalam porsi kecil, tetapi dilakukan secara rutin.
Porsi kecil yang dijaga
Hafalan baru sebaiknya diulang pada hari yang sama, meskipun hanya beberapa ayat. Hafalan lama tidak harus diulang sekaligus. Pilih satu waktu yang sudah ada — setelah salah satu salat, atau sebelum tidur — lalu isi waktu itu dengan porsi yang dapat diselesaikan sebelum peserta kelelahan.
Menambah banyak kebiasaan sekaligus biasanya tidak bertahan. Satu kebiasaan yang dijaga lebih bermanfaat daripada banyak pengingat yang kemudian ditinggalkan.
Agar lebih mudah diingat
- Gunakan mushaf yang sama. Letak ayat pada halaman turut membantu ingatan.
- Tandai ayat yang sering tertukar, lalu ulang bagian itu lebih sering daripada bagian yang sudah lancar.
- Bacalah dengan pelan pada ayat yang belum lancar. Melagukan bacaan yang masih keliru hanya menguatkan kekeliruan tersebut.
- Apabila satu hari terlewat, keesokan harinya kembali ke porsi kecil. Memperbesar beban untuk “mengganti” sering berakhir dengan berhenti.
Di dalam halaqah
Pada Tahfidz Reguler, peserta diminta menyebutkan target satu bulan dan waktu setoran yang dapat dijaga. Target tersebut sebaiknya realistis. Halaqah membantu karena ada yang menunggu setoran, tetapi murajaah harian tetap dilakukan di rumah, di luar waktu simakan.
Catatan ini merupakan pengantar umum, bukan metode resmi halaqah dan bukan pengganti pengajar. Bimbingan bacaan mengikuti program yang diikuti peserta.